Oleh: Terompah | 27 Juni 2011

Hukum Sang Kyai

Dalam sebuah pengajian ada salah satu hadirin bertanya pada sang Kyai (bukan Kyai Cengkir lo…),
“Pak Yai gimana hukumnya baca Sholawat Nabi (Diba’) pakai lagu dangdut atau campursari?”
Dengan tegas dan tanpa basi-basi sang Kyai pun menjawab: ” Hukumnya haram”.
Orang itu bertanya lagi: “Apa alasannya Yai?”
Sang Kyai menjawab: “Hal semacam itu sama dengan mencampur-adukkan perkara baik dan perkara batil, karena baca sholawat masuk karegori baik dan lagu dangdut atau campursari adalah kategori batil (buruk).”

Dari sini akupun timbul pertanyaan, “kenapa lagu dangdut atau campursari sampai dianggap batil (buruk).”
Padahal itu cuma sekedar lagu, musik, kok sampai segitunya.
Mungkinkah karena sang Kyai gak suka lagu dangdut dan campursari, sehingga lagu tersebut dianggap batil.
Pdahal, tidak sedikit pula para Kyai ketika ceramah di desa-desa diselingi dengan menyanyikan lagu dangdut (ya… kayak artis gitouw).
Seandainya sang Kyai yang ditanya tadi suka lagu dangdut mungkin sang Kyai akan menjawab: “Oooww…. Gak pa-pa, why not !” (maklum Kyai sok Britist).

Ha..ha..ha…..
Hukum jadi subyektif, tergantung siapa yang buat hukum…!
Ya itulah hukum.
Kita marah karena hukum,
kita senang karena hukum,
kita sedih karena hukum,
Jadi hukum-hukuman donk….!!!


Comments

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori